Self-Diagnose terhadap Kesehatan Mental
“Aku punya bipolar!” “Setiap malam aku menangis dan bersedih, sepertinya aku menderita anxiety.” “Aku bolak-balik mengecek apakah pintu sudah terkunci atau belum, mungkinkah aku menderita OCD?” “Jangan berani macam-macam! Aku ini psikopat! Aku baru saja tes di website ini.” Ungkapan-ungkapan tersebut sering ditemui di internet maupun kehidupan nyata. Di era kemajuan teknologi ini, segalanya dapat diakses dengan mudah – mulai dari tutorial, resep makanan, hingga informasi tentang penyakit, baik fisik maupun mental. Namun, kali ini mari fokus ke mental dulu. Self-diagnose – adalah upaya untuk mendiagnosis diri sendiri berdasarkan informasi yang didapatkan secara mandiri, bisa saja dari internet, keluarga/kerabat, atau pengalaman di masa lalu. Padahal diagnosis seperti itu hanya boleh dilakukan oleh tenaga medis profesional karena prosesnya yang panjang dan rumit. Jika melakukan self-diagnose, ditakutkan diagnosis atau penanganan yang dilakukan seseorang tidak sesuai ...